Jakarta – Sebuah video yang memperlihatka seorang penumpang wanita mendorong petugas keamanan di peron stasiun hingga hampir tertabrak KRL Commuter Line menjadi sorotan publik. Peristiwa ini terjadi pada sabtu (29/11/2025) siang di stasiun Gang Santiong, Jakarta Pusat.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang perempuan toba tiba mendorong petugas yang di kenal sebagai satpam atau pegugas keamana ke arah jalur rel ppada saat KRL memasuki peron 2. Petugas terseut terkejut, dan suasana menjadi mencekam ketika ia nyaris terseret oleh kereta yang melintas.
Tak pelak, aksi ini memicu kemarahan warganet. Terlebih lagi, dalam video tersebut perempuan tersebut tampak sempat tersenyum sambil tertawa setelah mendorong. Adegan ini di anggap sangat berbahaya, tidak hanya bagi petugas, tetapi juga bagi keselatan pengguna KRL lainnya.
Penjelasan dari Pihak Operator
Pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) menyayangkan insiden ini. Menurut pernyataan resmi dari VP Corporate Secretary mereka, Karina Amanda, penumpang wanita yang melakukan aksi dorong tersebut sudah di amankan dalam upaya menjaga keselamatan penumpang dan petugas lain. Pelaku di bawa ke kantor polisi setempat di Polsek Johor Baru untuk di mintai keterangan.
Baca Juga: SPPG Sagaranten: Limbah Dapur Picu Pencemaran Kebun
KAI Commuter menekankan bahwa keselamatan semua pengguna dan petugas adalah prioritas. Oleh karena iut, tindakan semacam ini sangat di sayangkan dan tidak bisa di toleransi. Pihak berwenang di stasiun langsung mengambil langkah agar kejadian serupa tidak terulang.
Kenapa Insiden Ini Penting
Tindakan seperti mendorong petugas di peron, terutama saat kereta akan melintas memiliki akibat serius, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan fatal. Bukan hanya petugas yang jadi korban, tetapi juga pengguna lain yang berada di peron atau di dalam kereta.
Insiden ini seharusnya menjadi pengingat bagi pengguna transportasi publik; pentingnya menjaga etika dan menghormati petugas serta seluruh pengguna. Keselamatan tidak boleh di korbankan demi “iseng” atau sekedar ingin viral di media sosial.
Selain itu, kejadian ini menunjukkan bahwa pengawasan di stasiun termasuk protokol keamanan dan penegakan aturan harus di perkuat, agar seluruh pengguna merasa aman dan nyaman.
Harapan dan Pelajaran untuk Masa Depan
Semoga semua pihak berwenang bisa menevaluasi kembali mekanisme pengamanan di stasiun, khususnya di jam jam sibuk, agar potensi insiden berbahaya bisa di minimalkan.
Bagi pengguna KRL dan transportasi publik pada umumnya; mari kita jaga kewaspadaan dan saling menghormati. Hindari tindakan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain, tindakan ceroboh di peron bukan “tingkah lucu”, tapi bisa berujung tragis.
Dan bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa transpotasi publik bukan hanya soal efisiensi dan mobilitas. Keselamatan dan etika bersama jauh lebih penting.